Seorang Dai, dalam acara Bukan empat mata mengatakan bahwa,” merupakan hal setiap orang untuk mencintai kelebihan pasangan kita, dan pasanganlah yang harus mencintai kekurangan pasangannya”. Saya merenungkan benar kata-kata tersebut, lalu ucapan Dai tersebut merecall ucapan Abah Rama dalam sebuah acara peresmian Strength based community, Pak Rama Royani mengatakan , “ketika pacaran,kita selalu melihat 10 kekuatan pasangan kita, tetapi ketika menikah, yang kita lihat selalu 10 kelemahan pasangan kita”. Oh ya, saya lupa menceritakan mengenai siapakah Abah Rama. Pak Rama Royani atau biasa di panggil Abah Rama adalah pengembang alat tes tallent mapping bersama PPM Manajemen. Alat tes ini mengidentifikasi 34 bakat kita, dari yang paling terkuat hingga yang paling terlemah, biasanya yang kita lihat adalah 10 bakat kekuatan kita dan 10 bakat kelemahan kita. balik ke ucapan abah rama mengenai 10 kekuatan dan 10 kelemahan seseorang. setiap orang pada saat itu tertawa terbahak-bahak, termasuk saya dalam merespon ucapannya abah rama dalam pembukaan community tersebut.
Tapi saat ini ku benar-benar merenungkan kata-kata Dai dan abah Rama, bahwa benar adanya, siapapun pasti menyukai hal-hal yang positif dari seseorang, tetapi kalau kelemahan?? MMm.. sebutlah ketika seseorang bermain dengan anak kecil, ketika anak itu sedang lucu-lucunya pasti semua orang ingin bermain dengan anak tersebut, tetapi ketika anak tersebut “pup” di celana, pastilah sang ibu atau bapaknya yang akan menggantikan popok anak tersebut.
sama saja ketika kita memiliki pasangan, entah menikah, tunangan, ataupun pacaran, saya rasa banyak orang yang mengatakan bahwa saya (menikah, tunangan, pacaran) dengannya karena dia baik, keibuan, care, penyayang, lucu, manis, sabar, pengertian, dan sifat-sifat lain yang merupakan kata-kata sifat yang positif. tetapi tak ada manusia yang sempurna, di balik kesabarannya, carenya, keibuannya, kepengertiannya, kita semua pasti memilki sifat yang bersifat kelemahan, entah itu sifat marah-marah, tidak sabaran, tukang kentut, jorok, slebor, ceroboh, manja, dan lain-lain. dan kadang kita sebagai manusia memang suka mengeluh kepada teman, sahabat mengenai kelemahan pasangan kita, dan merupkan hal lumrah pastinya kita sebagai manusia.
tetapi apa yag kita pikirkan pada saat kita memintanya untuk menikah, tunangan, pacaran? tidakkah pada saat kita memintanya, pasangan kita sudah memiliki sifat baik dan buruknya? Tiba-tiba ku teringat kata-kata,” kalau bukan kita, siapa lagi yang akan”, sehingga kalau diterapkan dalam konteks kelemahan pasangan kita,” kalau bukan saya, siapa lagi yang akan mencintai kekurangan pasangan saya”.
semoga dalam nuansa Natal yang penuh cinta kasih, serta menyambut tahun baru 2009, kita sebagai manusia yang tentu penuh dengan kekurangan, dapat menjadi manusia yang lebih bersyukur lagi terhadap apa yang telah Tuhan berikan kepada Kita, dan dapat menjadi seorang pacar, tunangan, suami, ataupun istri yang mencintai kekurangan pasangan kita. Amin..
Katanya “Love me for what I am, not what I’m gonna be”
Katanya lagi “Cintailah pasangan mu apa adanya dia..”
Katanya lagi lagi ” Ketika kau mencintai kelemahan pasanganmu, maka kau akan lebih mensyukuri kelebihannya”
Katanya lagi lagi lagi… Dah ah… Capek….. Hehehehehehe…
ChanDiiiiii… hufhufhufhfu ur beautiful words make me realized many things hehehehehehe…
Nobody’s perfect yahhh..so I am..
CheeRs