Feeds:
Posts
Comments

This is my first email that i got from my sister in Texas , I am really happy because I think this is my first communication with her after a long long time, maybe around 5-10 years.. I am really Happy.. :-)

Hi Chandi,

As you can tell, this is my first time at having a “Facebook” or “Myspace” so I am not too sure of the whole process. So, you will have to be patient with me as I learn about it.

I am doing great! How are you doing? Tell what type of things you are up to?

I work at the University of Texas in child welfare and spend my days driving your neice and nephew around for gymnastic practice.

I miss you too! Please write me and let me know about things.
I promise to be better at writing.

Love you,
Jennifer

Salah satu kehebatan manusia adalah manusia memiliki akal dan pikirannya, tadi siang saya baru saja menonton film rush hour 3, ada scene dimana jackie chan sedang di sebuah club di daerah paris, dia bertemu seorang cina yang menawarkan dia pertolongan, alhasil jackie chan dan dia pergi ke sebuah kamar, chris tucker (kalau tidak salah) partnernya jackie chan, melihat dan berkata,”yeah go Jackie”, chris kira jackie akan mengencani wanita ini, selanjutnya chris menguping di luar pintu kamar tersebut dan dan terdengar suara gerasah gerusuh, dan chris lagi-lagi berkata, ” go jackie, go jackie, thats my jackie” yang adaa dipikirannya chris adalah sebuah adegan bercinta yang luar biasa hebat yang terjadi antara jackie dan wanita china tersebut, padahal di dalam kamar yang sedang terjadi adalah jackie sedang akan di bunuh oleh wanita tersebut. saat tersebut ku tertawa terbahak-bahak, tapi tiba-tiba ku teringat betapa seringnya hal ini terjadi pada diri kita, betapa seringnya pikiran kita melakukan asumsi-asumsi yang sangat luar biasa sehinnga mengarahkan kita pada sebuah perbuatan tertentu yang dasari oleh asumsi di pikiran kita. Dalam NLP saya belajar sebuah presuposisi, “map is not the teritory”, map yang di maksud adalah persepsi pikiran kita, sedangkan territory adalah kejadiannya/ fakta nya. map dibuat berdasarkan pemaknaan orang tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman yang pernah di alami, dengarkan, nonton, dll. chris melihat jackie berjalan dengan wanita, itu adalah terrytorry nya, sedangkan map nya chris adalah jackie akan melakukan dating dengan wanita tersebut. sedangkan pada saat gerasah gerusuh di dalam kamar dan chris mendengarkan di luar, karena map nya chris adalah jackie sedang dating, maka suara gerasah gerusuh tersebut di maknai oleh chris sebagai adegan bercinta yang luar biasa hebat, padahal kalau chris tidak berpikir seperti itu, mungkin akan keluar berbagai alternatif lain dalam mengartikan suara yang chris dengar. bukankah kita sering seperti itu? ketika terjebak dalam map, pikiran, asumsi kita, sehingga mengarahkan kita pada sebuah tindakan, yang akhirnya mungkin kan kita sesali?? semoga tulisan yang singkat ini dapat memberikan pencerahan bagi kita semua semua, amin..

grow old with you

Setelah saya memposting artikel mengenai “cintailah kekurangannya”, saya mendapat possibly related post dari wordpress, dan salah satunya ada artikel yang berjudul I wanna Grow Old with you dari sebuah blog yang berjudul gue bukan monyet (http://guebukanmonyet.com/2007/05/03/i-wanna-grow-old-with-you/?referer=sphere_related_content/)

saya sangat tertarik bahkan tergila-gila  dengan lagu yang dinyayikan  adam sandler di pesawat ketika bertemu dengan wanita yang dia cintai, lagu ini berjudul

I wanna Grow old with you (saya copy dari blog guebukanmonyet)

I wanna make you smile whenever you’re sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

I’ll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I’ll miss you
I’ll kiss you
Give you my coat when you are cold

I’ll need you
I’ll feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if youve had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you

Jujur saya sangat menikmati lagu ini dan ingin sekali menjadikan lagu ini kedalam sebuah tindakan yang ku lakukan kepada pasangan saya.. lagu ini benar-benar menginspirasikan saya untuk terus melakukan sesuatu untuk orang yang saya sayangi,

untuk seseorang yang selalu ada di dalam hati saya, just want to say,  “I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you”

Seorang Dai, dalam acara Bukan empat mata mengatakan bahwa,” merupakan hal setiap orang untuk mencintai kelebihan pasangan kita, dan pasanganlah yang harus mencintai kekurangan pasangannya”. Saya merenungkan benar kata-kata tersebut, lalu ucapan Dai tersebut merecall ucapan Abah Rama dalam sebuah acara peresmian Strength based community, Pak Rama Royani mengatakan , “ketika pacaran,kita selalu melihat 10 kekuatan pasangan kita, tetapi ketika menikah, yang kita lihat selalu 10 kelemahan pasangan kita”. Oh ya, saya lupa menceritakan mengenai siapakah  Abah Rama.  Pak Rama Royani atau biasa di panggil Abah Rama  adalah pengembang alat tes tallent mapping bersama PPM Manajemen. Alat tes ini mengidentifikasi 34 bakat kita, dari yang paling terkuat hingga yang paling terlemah, biasanya yang kita lihat adalah 10 bakat kekuatan kita dan 10 bakat kelemahan kita. balik ke ucapan abah rama mengenai 10 kekuatan dan 10 kelemahan seseorang. setiap orang pada saat itu tertawa terbahak-bahak, termasuk saya dalam merespon ucapannya abah rama dalam pembukaan community tersebut.

Tapi saat ini ku benar-benar merenungkan kata-kata Dai dan abah Rama, bahwa benar adanya, siapapun pasti menyukai hal-hal yang positif dari seseorang, tetapi kalau kelemahan?? MMm.. sebutlah ketika seseorang bermain dengan anak kecil, ketika anak itu sedang lucu-lucunya pasti semua orang ingin bermain dengan anak tersebut, tetapi ketika anak tersebut “pup” di celana, pastilah sang ibu atau bapaknya yang akan menggantikan popok anak tersebut.

sama saja ketika kita memiliki pasangan, entah menikah, tunangan, ataupun pacaran, saya rasa banyak orang yang mengatakan bahwa saya (menikah, tunangan, pacaran) dengannya karena dia baik, keibuan, care, penyayang, lucu, manis, sabar, pengertian, dan sifat-sifat lain yang merupakan kata-kata sifat yang positif. tetapi tak ada manusia yang sempurna, di balik kesabarannya, carenya, keibuannya, kepengertiannya, kita semua pasti memilki sifat yang bersifat kelemahan, entah itu sifat marah-marah, tidak sabaran, tukang kentut, jorok, slebor, ceroboh, manja, dan lain-lain. dan kadang kita sebagai manusia memang suka mengeluh kepada teman, sahabat mengenai  kelemahan pasangan kita, dan merupkan hal lumrah pastinya kita sebagai manusia.

tetapi apa yag kita pikirkan pada saat kita memintanya untuk  menikah, tunangan, pacaran? tidakkah pada saat kita memintanya, pasangan kita sudah memiliki sifat baik dan buruknya? Tiba-tiba ku teringat kata-kata,” kalau bukan kita, siapa lagi yang akan”,  sehingga kalau diterapkan dalam konteks kelemahan pasangan kita,” kalau bukan saya, siapa lagi yang akan mencintai kekurangan pasangan saya”.

semoga dalam nuansa Natal yang penuh cinta kasih, serta menyambut tahun baru 2009, kita sebagai manusia yang tentu penuh dengan kekurangan, dapat menjadi manusia yang lebih bersyukur lagi terhadap apa yang telah Tuhan berikan kepada Kita, dan dapat menjadi seorang pacar, tunangan, suami, ataupun istri yang mencintai kekurangan pasangan kita. Amin..

tadi baru saja aku pulang dari dokter tulang untuk memerikasakan kaki ku yang telah lama sakit, katanya  sih kakiku cuma kaget saja, nama nya Spram L-foot, setelah itu dia menuliskan resep kepada ku, tapi tiba-tiba dia mengambil form untuk pengambilan darah, dia melakukan beberapa contrengan di dalam form tersebut, lalu ku berkata pada diri ku, “akhirnya datang juga waktu ini”. ku tak perkirakan akan secepat ini.. perasaan takut menyelimuti diri ku hingga saat ini, berbagai sugesti positif ku masukan dalam diri ku, dari membayangkan dia menjabat tangan ku mengatakan bahwa semuanya normal hingga ku mengatakan pada diri ku, “bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik”.

sebelumnya ku putuskan untuk hari sabtu melakukannya, tapi ku ingat bahwa rabu ini ku tak ada kuliah, maka ku telah tetapkan dalam hati bahwa rabu ini ku akan melakukannya. ku pikir makin cepat ku tahu makin baik, karena bagaimanapun sooner or later I will know it, it’s only matter of time.

que sera-sera, whatever will be will be…

my body

Dalam buku leading the change, kotter menjelaskan bahwa langkah pertama dari delapan langkah perubahan adalah “sense of urgency” tanpa adanya langkah awal ini sepertinya mustahil perubahan akan terjadi, karena begitu pentingnya tahap pertama ini, kotter akhir bulan lalu mengeluarkan satu buku yang khusus membahas mengenai sense of urgency.

talking about sense of urgency, semua orang saya rasa tahu bagaimana tubuh saya ini, tubuh saya apabila di labelkan dalam term kedokteran mungkin para dokter akan mengatakan kata obesitas, sedangkan untuk teman-teman yang ramah kepada ku, mengatakan pada ku aku besar dan gede. sudah lama ku sadar mengenai tubuhku yang tidak sebagaimana mestinya, tak tidak satu kali saja aku berusaha untuk menguruskan berat badanku, hingga pada akhirnya ku merasa lelah.

aku berpikir dan ku teringat kepada program diet saudara ku yang hanya makan satu kali sehari, selebihnya hanya air putih saja, selama 1,5 bulan dia dapat menurunkan berat badan sebanyak 17 kg. lalu ku ingat pula bapak-bapak yang ku temui di PPM mengatakan bahwa dia diet dengan tidak makan nasi, dan dalam waktu 1 bulan kurang lebih 10 kg dia dapat turunkan.

sejujurnya ku tak tahu berapa berat badan ku ini, aku memang sudah merasa tidak nyaman dengan tubuhku ini, melihat berbagai jenis pakaian yang indah tapi sayangnya tak dapat ku kenakan karena tubuhku yang gendut dan besar ini. kini ku sedang melakukan diet, walau tak banyak berharap, tapi ku melakukannya, ku hanya berharap kekuatan dalam menjalani ini..

Aikido

“Aikido is the way to harmonize heaven, earth & humankind”

O Sensei

AIKIDO, Olah Rasa, Kembangkan Cinta
Rabu, 30 April 2008 | 20:34 WIB

SAMBIL berdiri, seorang murid memegang kepala gurunya yang sedang duduk bersimpuh. Saat sang guru mendongakkan kepalanya, tiba-tiba sang murid menjerit menahan sakit. Pegangan pun terlepas. Lalu, sang murid mundur.

Sekali lagi, saat maju menyerang belum sampai menyentuh sang guru, si murid kesakitan dan mengerang. Sang guru saat itu masih dalam posisi duduk bersimpuh, tanpa gerakan sedikit pun, hanya menggoyangkan kepalanya saja.

Berkali-kali, tanpa menyentuh, hanya dengan menggerakkan kepalanya, sang guru membuat si murid kesakitan. “Ini bukan tenaga dalam atau sesuatu yang gaib. Ini hanya efek dari konsentrasi dan koneksi antara yang diserang dan penyerang. Rasa atau feeling kita harus dilatih dan dikembangkan,” kata Sensei Imanul Hakim.

Tanpa Bentuk
Cerita sederhana ini merupakan gambaran dari sebuah ilmu bela diri Jepang yang dikenal begitu spiritual, yaitu aikido. Didirikan oleh O-Sensei (Guru Besar) Morihei Ueshiba, awalnya bentuk lama yang disebut Daito-ryu Aiki-Jutsu memang digunakan untuk bertarung (combat).

Karena itu, bentuk lama ini tampak begitu agresif dan keras karena memang dimanfaatkan untuk keperluan menaklukkan musuh. Namun, dalam perkembangannya, sejalan dengan meningkatnya kehidupan spiritualitas, O-Sensei menciptakan gerakan aikido yang sifatnya lebih lembut dan tidak mengandung unsur kekerasan.

Sifat inilah yang menandakan bahwa aikido bukanlah ilmu bela diri biasa. Aikido terdiri dari tiga kata. Ai artinya keselarasan (harmoni) atau kasih sayang, ki berarti jiwa/semangat, sedangkan do adalah cara/jalan.

Jadi, aikido adalah suatu cara atau jalan untuk mencapai keselarasan antara gerakan tubuh dengan jiwa. “Dalam tingkatan lebih tinggi, aikido merupakan upaya kita untuk mecapai keselarasan dengan alam, energi universal,” tutur pemegang Dan 4 ini.

Meski ada banyak gerakan yang ditunjukkan saat berlatih, entah itu kuncian atau melempar, pada dasarnya gerakan aikido ini tidak bersifat mencelakai. “Setiap gerakan sifatnya menunggu reaksi dari lawan,” ujar Hakim.

Karena itu, aikidoka harus peka, sensitif. Lewat latihan terus-menerus, rasa perasaan, insting, terhadap segala sesuatu akan berkembang. Jadi, mengolah rasa menjadi hal penting dalam hal ini.
Saat diserang lawan pun, aikidoka (sebutan bagi orang yang berlatih aikido) hanya akan melakukan gerakan memutar atau berbentuk spiral. “Gerakan memutar ini seperti tarian Sufi,” tutur Hakim, yang pernah mendalami langsung aikido dari para Sensei di Jepang.

Kesadaran Paling Utama
Karena tidak diajarkan untuk menyerang, menurut Sensei Hakim, seorang aikidoka mesti mengembangkan satu hal yang disebut kesadaran atau consciousness. Seluruh tubuh, jiwa, dan pikiran harus berada dalam keadaan menyatu.  “Kesadaran bahwa kita hidup pada saat ini dan di sini menjadi utama dengan begitu, para aikidoka selalu bisa waspada dan siaga,” katanya.

Sikap siaga ini lebih dari sekadar waspada, melainkan merupakan di posisi eling (Jawa = kesadaran penuh). Hidup kita tidak terjerat oleh kenangan masa lalu juga kekhawatiran akan masa depan. Semangat untuk surrender, pasrah kepada Penyelenggara Hidup, menjadi kekuatan.

Tanpa adanya kemampuan ini, aikidoka tidak akan mampu mengalahkan lawan tanpa gerakan mematikan atau menyakiti. Tanpa adanya keharmonisan jiwa, tubuh, dan pikiran, aikidoka hanya akan belajar bela diri tak ubahnya seperti judo, karate, atau yang lainnya. Keinginan untuk menyerang dan mengalahkan hingga lawan tidak berkutik akan muncul dan menjadi hal penting.

Dalam aikido, mengalahkan lawan bukanlah tujuan. Jiwa dan hati murni yang dipenuhi dengan cinta kasih menjadi dasar dan tujuan dari semua latihan ini. “Memang, tidak banyak aikidoka yang sampai pada pemahaman dan penghayatan seperti ini,” ungkap Hakim.

Tidak heran, ada banyak versi aikido yang bisa dipelajari yang lebih menekankan soal bela dirinya. “Tidak mudah untuk sampai pada tahap ini. Seseorang harus melepaskan egonya, keinginannya untuk menang, juga menguasai orang lain atau lawan,” tambahnya. Menarik ‘kan belajar aikido?

http://202.146.4.17/read/xml/2008/04/30/20344540/aikido.olah.rasa.kembangkan.cinta

orang paling kuat

“Orang yang paling kuat di aikido adalah orang yang paling murni hati dan jiwanya, paling ikhlas, dan paling sabar. Bukan orang yang paling banyak membanting lawan,”

Hakim Sensei

takut salah

Seorang sahabat ku sedang bercerita mengenai kebingungannya terhadap sebuah hubungan, satu pertanyaan yang selalu berputar di kepalanya adalah “apakah langkah ku ini benar?” dia benar-benat takut pada akhirnya keputusannya ’salah’.

tiba-tiba ku terpikirkan mengenai konsep balanced Scorecard yang akhir-akhir ini digandrungi para perusahaan untuk menilai kinerja karyawannya. konsep balanced scorecard, sebagaimana mana namanya, ada keseimbangan antara finance dan non-finance, ada keseimbangan antara target dengan proses nya.

jadi yang dinilai tidak hanya aspek finance saja tetapi juga aspek non finance, serta tidak hanya aspek hasil / target saja tetapi juga proses dalam mencapai hasilnya.

ketika sahabat ku bilang dia takut keputusannya “salah” itu adalah hasil akhir nya, tapi bagaimana prosesnya?? menurut saya, mungkin bisa saja hasil akhirnya kita memang salah mengambil keputusan tetapi ketika proses menuju hasil tersebut pasti banyak hal yang dapat kita pelajari, banyak feedback dan masukan ketika kita menjalaninya yang mungkin akan memberikan suatu pencerahan, oleh karena itu banyak orang mengatakan, “tidak ada yang perlu di sesali” karena pada dasarnya kesalahan sebagai sebuah hasil tentunya memberikan pelajaran bagi kita, ditambah dengan prosesnya, tentu pelajaran yang kita dapat dua kali lebih banyak. bagaimanapun sesuatu yang di depan adalah sebuah mistery, dan tak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya serta yang kita tahu adalah yang saat ini, oleh karena itu hanya menilai hasil akhirnya saja sangat tidak fair karena hanya ada salah atau tidak salah, tapi kalau dengan proses tentu kita akan berkata lain, mungkin kita salah karena______ , “karena” tersebut yang memberikan pelajaran kepada kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, amin…

Older Posts »